Sabtu, 30 Oktober 2010

Menjadi diri sendiri

Yap tepat sekali, ngga ada yang lebih baik ketimbang menjadi diri sendiri, berfikir, dan memahami hal dari sudut pandang banyak orang, dan menyimpulkan dengan diri sendiri. Ketika seseorang sudah dapat bertindak seperti itu, itu adalah suatu perbuatan yang sangat terhormat, disbanding kita hanya meniru, mengikuti, hal yang lagi booming, ataupun omongan-omongan banyak orang. Belajar menjadi diri sendiri, dengan bercermin kepada opini orang lain tentang diri kita. Bukan ingin dipuji ketika mendapat opini yang baik-baik. Dan bukan berfikiran negative terhadap orang lain, ketika mendapat opini jelek.

Satu hal yang masih saya belum pahami menjadi mahasiswa adalah ketika saya dihadapkan dengan penyataan “kamu tuh SMA banget”. Banyak petanyaan-pertanyaan muncul tentang pernyataan itu, pertanyaan-pertanyaan konyol sampai yang benar-benar bagus dan terlihat intelek. Mungkin dari sudut pandang saya, “kamu tuh SMA banget” adalah salah satu sikap yang dimiliki kita yang masih terbawa sampai menjadi mahasiswa, sikap-sikap kita yang terlihat cablak, apa adanya, belum mengerti benar tapi sudah sok tau, cepat mengambil keputusan tanpa pikir panjang dulu. Yaa… itu saya, kita, kami anak SMA yang masih butuh proses, belajar mengenal dunia baru, dunia mahasiswa. Mungkin butuh waktu untuk menjadikan pola pikir sempurna, dewasa, seperti mereka. Dan saya mau belajar. Dan yang pasti harus tetap menjadi diri sendiri.

6 komentar:

  1. yaaaaa saya setuju dengan anda..

    BalasHapus
  2. SMA Banget itu tidak sama dengan SMA,,,

    kalo menurut EYD kata banget menunjukkan sesuatu yang lebih menekankan akan kata yang diterangkan,,,

    Artinya SMA banget itu tidak sama dengan SMA, tapi soal yang jadi diri sendiri saya setuju asal tidak menjadikan kita jadi berkeras diri dan kurang peka dengan lingkungan, hehehehe

    BalasHapus
  3. hm, sabar yu...hehehe
    nanti klo kamu dah beranjak ke semester 2 atau ke tahun ke2 pasti bisa nilai sendiri, mksd kata 'SMA banget'..

    BalasHapus
  4. menjadi diri sendiri bukan berarti seenaknya sendiri. menjadi diri sendiri adalam memilih pilihan dalam mengarungi kehidupan yang sesuai dengan diri sendiri akan tetapi dilandasi dengan pemahaman akan diri sendiri dan pemahaman pilihan-pilihan yang ada. biarkan orang memandang negatif tentang kita karena keterbatasan pemahamn mereka. tapi jangan biarkan orang memandang negatif kita karena keterbatasan pemahaman kita. dengarlah semua penilaian orangtentang kita, disitulah salah satu ujian tentang menjadi diri sendiri

    BalasHapus
  5. Selamat menjadi mahasiswa fisika

    BalasHapus
  6. aku setuju sama kamu.memang kita sebagai mahasiswa baru masih butuh waktu untuk bersikap layaknya seorang "mahasiswa".kenapa mahasiswa nya aku kasih tanda kutip?karena definisi mahasiswa sendiri itu memiliki arti status pendidikan yang lebih tinggi dari pada sebelumnya. dan lebih tinggi ini dalam artian kita sudah bisa untuk mencakup berbagai aspek, tidak hanya dalam mata kuliah namun pengetahuan dan wawasan yang luas. jadi, secara harfiah kita tuh sebagai mahasiswa baru memang sedang mengalami masa peralihan, layaknya seorang siswa smp yang baru menjadi siswa sma.

    tulisan kamu bagus yu. tapi satu hal yang musti kamu camkan. kamu jangan sampe terdoktrin dengan orang lain. karena di dunia kampus ada banyak ormas yang siap untuk men "doktrin" dengan menggunakan pendekatan yang sangat efektif.

    tapi ketika kamu sudah terjerumus dalam dunia ormas, aku harap kamu srek dengan ormas itu dan kamu bisa belajar banyak hal dengan masuknya kamu ke dalam ormas.

    BalasHapus