Senin, 26 Maret 2012

Hubungan Harga BBM dan Mahasiswa

Sudah banyak dibicarakan dengan naiknya harga BBM yang melonjak dar i 4500 menjadi 6000. Hal itu berdampak bagi semua masyarakat Indonesia, khususnya saya. Saya dan seluruh mahasiswa yang keterbatasan dana bulanan. Naiknya harga BBM ini tidak sebanding dengan naiknya duit bulanan yang biasa kami terima. Malahan banyak dari kita yang duit bulanannya tidak naik. Jadi, harus teramat sangat berhemat untuk semua kebutuhan. Apalagi seorang anak kosan. Yang benar-benar anak kosan, tidak terlalu mewah dan tidak punya fasilitas kendaran pribadi sehingga mewajibkan dirinya menggunakan angkutan umum sebagai media tranportasi ke kampus. Dengan kenaikan harga BBM seperti ini pasti ongkos untuk naik bis nambah. Nambah mahal untuk ukuran jarak dari tempat ke kampus. Belum lagi, beriringan juga harga-harga semuanya menjadi naik. Untuk sekedar main di Kantin Kampus agaknya membuat saya malas, soalnya harga yang diberikan itu semua naik. Dan alasannya adalah "kan harga BBM naik mbak, jadi kita juga naik". Sangat menyebalkan bukan?




Saya pun nyeletuk 

"BBM naik = Harga makanan naik, Tarif angkot naik, Burjo naik. TAPI duit bulanan TETAP, kapan naiknya?" 

Demo sana-sini adalah bentuk ketidaksetujuan kami atas naiknya harga BBM itu. Walaupun agaknya tidak ada gunanya, tapi itu bentuk apresiasi kami akan hal itu. Saya sedih, bukannya negeri ini penghasil minyak? kenapa masih saja mahal? kenapa masih membebanin rakyat sendiri? Mungkin bukan saya saja yang merasakan sedih, ratusan orang bahkan ribuan orang sedih akan ini semua. Maka sangat halal lah DEMO itu.

Hari ini, 27 Maret 2012 Demo BBM kepung Jakarta. Mudah-mudahan para pejabat yang tidak terkena dampah naiknya harga BBM tersentuh hatinya melihat kepedihan rakyat. amiiin.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar