Jumat, 11 Januari 2013

tentang si dana


Dari awalnya memang sudah tidak sreg dengan orang ini,

Ditambah lagi dengan cerita-cerita negatif dari teman-teman kosan yang ketemu dia petama kali.

Teman kos, sebut saja dia “dana” seorang perempuan yang seharusnya sudah dewasa dengan usianya yang sudah masuk kuliah.

Perawakan kasar terlihat dari cara ngomongnya, cara bicaranya.

Dia seorang maba dulunya angkatan 2011, dibanding kita yang cukup senior di kosan. Dia kurang memiliki pribadi yang menyenangkan, sehingga kita sudah ill feel  saat awal ketemu. Cara dia introduce dirinya ke kita mungkin salah,  jadi…. Yaa… memang sudah sepet ngeliatnya.

Si dana ini memiliki pacar, yang entah kenapa bisa nuruuuuut banget sama dia. Mungkin cinta itu buta.
Si pacar sering dibentaknya ketika dia sedang berdua diteras, kita sih hanya bisa mendengar dari balik tembok kamar kosan. Sambil bilang “astagfirullah”

Belum lagi volume suara yang luar biasa, si dana hanya berdua di teras. Tapi seisi kosan harus mendengar percakapan mereka. Tapi anehnya suara itu di dominasi oleh suara si dana, bukan suara si pacar, mungkin suara si pacar volumenya kecil.

Itu yang pertama, kedua adalah ketika si dana bersih-bersih kamar, masa iya seorang cewe yang usianya sudah 17 atau 18 tahun tidak bisa menyapu, yaaa…. dialah orangnya “si dana”. Sampai-sampai harus menyuruh sang pacar bantuin dia bersih-bersih kamar. Dan kata temenku, dia lebih mirip yang “mandor-in” si pacar . dan sekali lagi kita cuma bisa bilang “astagfirullah, halloo…. Mau-mauan aja cowo disuruh cewe untuk bersih-bersih kamarnya cewe”


Sangat disayangkan yaa..

Lalu ada cerita lagi, kali ini aku melihatnya sendiri. Dikosanku ada 2 orang penghuni baru, selain si dana ada si “ella” (nama disamarkan), ella aseli dari bandung, sangat kalem, pendiem, dan dewasa. Menurutku dia lebih dewasa dari aku. hehe. Pendiemnya itu mungkin karena malu-malu ke kita (penghuni lama), tapi orangnya super duper baik-baik. Naah…. Suatu hari tuh si ella ngebawa temen kampusnya ke kosan, biasa laaah haha hihi haha hihi namanya juga cewe dan jumlahnya lumayan banyak, kalo enggak salah 4 orang. eh tiba-tiba si dana teriak dengan volume tinggi seperti biasa “bisa diem enggak sih?” terus dia sambil membanting pintu. Aku dan teman-temanku shock banget ngedenger pintu di banting, setahun kita ngekos disini enggak pernah yaa kita banting-banting pintu. No attitude. Dan sekali lagi kita bilang “astagfirullah”

Sebenarnya, seharusnya si dana ini pribadi yang baik dan mungkin menyenangkan. Beberapa kali kita tertolong sama dia untuk ke kampus atau kegitan yang mendadak yang membutuhkan motor. Baiklah sewajarnya anak kosan J tapi ada beberapa sikap dan sifatnya itu loh. Yang agak mengganggu
Lagi-lagi-lagi, dari awal masuk kuliah September 2011 sampai September 2012 kalo enggak salah, si cowo dan dana pacaraaaaan di depan teras. Hampir sangat intensif menurutku, jam 10 pagi, lalu jam 3 sore, lalu jam 7 malem. Tiap hari rutin. Ternyata bukan kita anak kosan aja yang begah dengan itu, pak RT, bu RT, sampai tetangga sebelah juga begah dengan sistem pacarannya. Terkadang aku suka membela ketika mereka nanya tentang sistem berpacaran si dana dengan pacar. Tapi yaa enggak muna juga kalo terkadang kita juga risih dengan itu.

Banyak cerita tentang dana yang menurutku --------.

Di kosan kita punya kebiasaan giliran membeli air minum, jadi untuk membeli air minum itu kita pakai sistem rolling, mulai dari aku-temenku1-temenku2-temenku3-lalu si dana. Kemarin tepatnya, ketika air minum habis dan waktunya dia beli air minum, tapi pas kita ngingetin, dia malah bilang “ah, ck, nanti aja kek” padahal air minum udah kosong dari semalem. Seharusnya bukannya itu sudah menjadi kewajiban ya.. masa disuruh aja malah kayak gitu. Sampe aku bilang “masa harus nunggu sampe mati ke-hausan, baru dibeli air minumnya”. Enggak lama kemudian dia menggerutu sambil beli air minum, dan setelahnya kembali dengan membanting pintu. “astagfirullah”

Dulu kata ayahku, “nanti sifat pribadi sesorang yang aseli baik buruknya bisa kamu lihat saat kamu tinggal bareng dengan orang itu kak, jadi ngga ada jaim-jaim-an”




2 komentar:

  1. iya, bener kata ayahmu, ayuu.. Sabar ya.. Didoain biar jadi baik sifatnya.. Baca komen di bawah cerita birubicara yang '3s yang lain' deh, kali aja bisa membantu :)

    BalasHapus
  2. aku bacanya sebel sendiri... hufff...

    BalasHapus